Dibalik Indahnya Alam Indonesia
Dimata dunia semua orang tahu kalau tanah air tercinta Indonesia punya keindahan alam yang tiada duanya. Dari Sabang sampai Merauke, alam Indonesia yang terbentang sebegitu luasnya memang jadi primadona bagi banyak orang. Sayangnya dibalik itu Indonesia masih menyimpan setumpuk wajah muram, yang menjadi fakta miris dibalik indahnya alam dan pendewasaan masyarakat di negeri ini.
Memang seperti kata pepatah “tak ada gading yang tak retak”, seindah apapun alam Indonesia, semodern apapun perkembangan jaman tapi kadang Burung Garuda masih harus meneteskan air mata melihat fakta masih begitu banyaknya persoalan yang melanda negeri ini. Mirisnya lagi, sejumlah masalah yang terjadi faktanya sudah terjadi bertahun-tahun tanpa ada penyelesaian, dari pemerintah ataupun dari pribadi masing-masing individu.
Pertanyaannya haruskah kita biarkan hal ini terus terjadi? Bukankah kita masyarakat Indonesia adalah masyarakat beradab? Bukankah kita semua ingin keindahan? Bukankah tanah air kita tanah “surga”? Atau kita memang tidak peduli akan keindahan itu?
Dilansir dari berbagai sumber seperti inilah fakta miris dibalik indahnya alam Indonesia, yang masih mencekik Burung Garuda:
- Mirisnya Kehidupan Jalanan
Kehidupan anak jalan tidak seperti di dalam film yang berwajah cerah, bebas mengendarai motor mahal bahkan tidur dengan beralaskan kasur empuk. Karena faktanya jangankan untuk tidur, untuk makan atau hanya sekedar berlindung dari teriknya matahari pun mereka tidak punya. Jangan tanyakan kemana orangtua mereka, tapi tanyakan para penguasa negeri ini, kemana engkau yang seharusnya menjalankan dasar Negara? Apakah mereka harus bertanya “pada rumput yang bergoyang”.
- Kota Mati Di Tengah Padang Lumpur
Masyarakat Sidoarjo sepertinya tidak perlu bepergian keluar kota apalagi sampai ke Dubai untuk melihat hamparan luas padang pasir. Karena di tempat mereka, khususnya di Porong mereka sudah bisa melihat “indahnya” hamparan luas padang lumpur.Entah karena human eror, kesalahan prosedur atau memang karena ketamakan sebagian daerah Porong, Sidoarjo sudah seperti kota mati. Tidak ada satupun orang yang mau tinggal di rumah-rumah mereka yang sudah terendam lumpur yang bahkan menenggelamkan rumah mereka. Masalah lumpur Lapindo menjadi salah satu fakta buramnya wajah Indonesia dibalik keindahan Alamnya, yang sampai sekarang penyelesaiannya justru memiriskan.
- Kumuh VS Elit
Ada banyak keindahan di Indonesia, termasuk “indahnya” kesenjangan yang terjadi di kehidupan perkotaan. Kebanyakan orang mungkin akan melihat kesenjangan ini sebagai masalah besar yang harus ditanggulangi pemerintah. Saya sendiri setuju dengan itu, tapi faktanya kesenjangan sosial terjadi justru karena ulah diri kita sendiri.Kenapa? Karena sebenarnya kesenjangan sosial terjadi disebabkan oleh urbanisasi tak “bermodal” yang dibarengi dengan ekspektasi berlebihan. Datang ke kota yang keras dengan hanya bermodalkan keterampilan seadanya plus dengan harapan yang besar, hasilnya mereka pun terpaksa hidup seadanya. Memang sudah seharusnya pemerintah bisa memperhatikan rakyatnya yang hidup dibawah garis kemiskinan, tapi kalau di kampung halaman jauh lebih indah dibanding di kota kenapa harus pindah?






Wow
BalasHapus😭😭😭😭
BalasHapus😖😖😖
HapusKerennn ih
BalasHapus👍👍👍
Hapusastagfirulloh aku terhura, eh terharu :(
BalasHapus👌👌👌👌
HapusWoooow emejingg emejing
BalasHapusAlhamdulilah
HapusHarus adanya kesadaran dari warga lingkungan sekitar dan pemerintah untuk menghadapi permasalahan tsb .
BalasHapusIyaaa betul sekali
HapusMashokkkk
BalasHapusSiap pak ekoo
Hapus👌👌👌
BalasHapus