Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018

Nonton Film Horor, Baik Atau Buruk bagi Kesehatan?

Gambar
Suka nonton film horor? Mereka yang menjawab ya, tentunya ingin mendapatkan sensasi berdebar-debar campur ngeri saat menyaksikannya. Jika film itu tidak membuat Anda takut, mungkin Anda justru kecewa. Dari sisi hiburan, film horor memang dimaksudkan untuk menghibur diri. Namun, jika dilihat dari sisi kesehatan, sebenarnya nonton film horor itu baik atau tidak? Dikutip dari laman WebMD, Glenn Sparks, seorang profesor komunikasi dari Purdue University mempelajari dampak film horor pada fisiologi orang yang menontonnya. Hasilnya, saat Anda menonton film horor, denyut jantung akan meningkat sebanyak 15 kali per menit, telapak tangan berkeringat, suhu tubuh turun beberapa derajat, otot-otot menegang, dan  tekanan darah meningkat.  Semua ini mungkin akibat dari respon fight-or-flight, respon yang biasanya terjadi saat Anda stres. Aliran darah ke bagian tubuh lain selain jantung dan otot mungkin akan menurun, sehingga suhu tubuh Anda menurun dan Anda merasa merinding...

Penyakit yang Dapat Ditularkan oleh Hewan Peliharaan

Gambar
Merawat hewan peliharaan memberikan keuntungan tersendiri bagi kondisi psikologis seseorang, tetapi Anda juga perlu mewaspadai risiko kesehatan yang mungkin dapat ditularkan oleh hewan peliharaan Anda. Seperti dilansir  mnn , Selasa (11/9/12) ada banyak sekali risiko penyakit yang dapat ditularkan melalui gigitan atau kontak dengan kotoran hewan peliharaan, diantaranya sebagai berikut: 1. Penyakit Lyme Penyakit Lyme adalah infeksi ganas yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan bisa menyebabkan kelumpuhan, ensefalitis dan meningitis. Kondisi ini disebabkan oleh gigitan kutu yang biasanya hidup pada hewan seperti tikus, burung dan rusa. Gigitan kutu disertai ruam merah kecil di kulit dan tidak sakit sehingga banyak orang yang tidak menyadarinya. Ruam tersebut dapat berkurang atau hilang dalam waktu 1-2 minggu dan kadang disertai dengan demam tinggi, nyeri otot dan sendi yang bengkak. 2. Psittacosis (Demam burung) Psittacosis adalah infeksi yang...

Inilah Penyakit yang Paling Banyak Menyerang Masyarakat Indonesia

Gambar
Era modern rupanya bisa membuat tubuh malas bergerak. Masyarakat cenderung lebih senang memanfaatkan teknologi secara instan untuk membeli sesuatu atau berbelanja  online , ketimbang jalan kaki atau berolahraga. Selain itu, pola makan yang tinggi lemak, garam, dan kalori, memicu munculnya penyakit degeneratif. Di antaranya, penyakit kardiovaskular. Penyakit kardiovaskular terdiri atas Penyakit Jantung Koroner (PJK) dan stroke. Kedua penyakit ini sekarang sudah banyak menyerang usia muda di usia 25-30 tahun. Sulitnya mengelola stres dan tumpukan beban pekerjaan tanpa mengenal istirahat, semakin membuat risiko penyakit degeneratif cepat muncul. Jika sudah jantung dan stroke, maka pemicu lainnya bisa terjadi komplikasi seperti diabetes dan gagal ginjal. Bahkan saat ini, stroke menjadi penyakit paling banyak yang diderita masyarakat Indonesia. Ancaman penyakit degeneratif akibat gaya hidup menambah beban negara dari sisi pembiayaan jaminan kesehatan oleh Badan Penyelenggar...